Friday, 15 September 2017

Laporan Instrumen Kelautan



LAPORAN PRAKTIKUM
INSTRUMENTASI KELAUTAN






Oleh
Nama                     : Ahmad Sulthan Nuriy
NIM                       : G1F115002


  



















KEMENTERIAN  RISET TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
FAKULTAS PERIKANAN DAN KELAUTAN
BANJARBARU
                                                              2016



I.  PENDAHULUAN              
1.1. Latar Belakang
            Instrumentasi Kelautan adalah suatu bidang ilmu kelautan yang behubungan dengan alat-alat dan piranti (device) yang dipakai untuk pengukuran dan pengendalian dalam suatu  sistem yang lebih besar dan lebih kompleks dalam dunia kelautan.
            Instrumentasi kelautan secara umum mempunyai 3 fungsi utama:
  • sebagai alat pengukuran
  • sebagai alat analisis,
  • sebagai alat kendali
            Instrumentasi Kelautan sebagai alat pengukuran meliputi instrumentasi survey / statistik, instrumentasi pasang-surut, gelombang, arah & kecepatan arus, instrumentasi arah & kecepatan angin, instrumentasi pengukuran suhu, Disolve Oxigen (DO), turbiditas, salinitas, pH perairan, kecerahan, plankton, sedimen, dll. Contoh dari instrumentasi sebagai alat analisis dalam dunia kelautan misalnya; Echosounder, yang dapat menganalisis dan mendeteksi bawah air.Sistem pengukuran, analisis dan kendali dalam instrumentasi ini bisa dilakukan secara manual (hasilnya dibaca dan ditulis tangan), tetapi bisa juga dilakukan secara otomatis dengan mengunakan komputer (electronic circuit).
              Pengukuran telah menjadi suatu bidang yang penting sejak dari awal kehidupan manusia apabila digunakan sebagai cara untuk mengkuantitikan pertukaran barang dalam sistem perniagaan. Perkembangan pengukuran adalah perkembangan sains. Sistem pengukuran dan instrumen serta transduser yang digunakan adalah penting dalam kegiatan domestik dan industri. Kemajuan instrumentasi dalam bidang industri, sebagian besarnya berlaku dalam tahun 1930-an bermula dengan pengenalan kepada instrumen untuk merekodkan suhu. Perkembangan pesat dalam bidang pembuatan telah mendorong kepada kegiatan pengukuran berterusan beberapa kuantiti seperti tekanan, suhu, arus, aliran dan sebagainya.
1.2. Tujuan Praktikum
Ø  Tujuan dari praktikum ini adalah sebagai berikut :
1.      Melakukan pengenalan dan mengaplikasikan instrumentasi-instrumentasi kelautan dilapangan
2.      Melakukan evaluasi semua aspek yang ditemukan di lapangan kemudian dituangkan dalam laporan singkat.
Ø  Kegunaan dari praktikum ini adalah sebagai berikut :
Praktikum ini diharapkan dapat berguna untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan mahasiswa dalam menyerap materi kuliah instrumentasi kelautan di program studi ilmu kelautan ULM.



II. TINJAUAN PUSTAKA
Instrumentasi adalah alat-alat dan piranti (device) yang dipakai untuk pengukuran dan pengendalian dalam suatu sistem yang lebih besar dan lebih kompleks. Instrumentasi bisa berarti alat untuk menghasilkan efek suara.
Menurut Radzi (2007), pengukuran telah menjadi suatu bidang yang penting sejak dari awal tamadun manusia apabila digunakan sebagai cara untuk mengkuantitikan pertukaran barangan dalam sistem perniagaan. Perkembangan pengukuran adalah perkembangan sains. Sistem pengukuran dan instrumen serta transduser yang digunakan adalah penting dalam kegiatan domestik dan industri. Kemajuan instrumentasi dalam bidang industri, sebagian besarnya berlaku dalam tahun 1930-an bermula dengan pengenalan kepada instrumen untuk merekodkan suhu. Perkembangan pesat dalam bidang pembuatan telah mendorong kepada kegiatan pengukuran berterusan beberapa kuantiti seperti tekanan, suhu, arus, aliran dan sebgainya. Kegunaan harian insrumen pengukuran dapat dibagikan menjadi 3 bidang utama, yaitu:
1)         Pemantauan proses dan pengoperasian
Dalam bidang ini instrumen pengukuran hanya berfungsi membekalkan bacaan kepada pengendali. Contohnya: thermometer, barometer, dan anemometer yang digunakan oleh biro kaji cuaca. Peralatan ini hanya memberi gambaran keadaan suatu persekitaran, dan bacaan yang ditunjukkan oleh instrumen ini tidak digunakan dalam sembarang bentuk pengawalan.
2)         Pengawalan proses dan pengoperasian
Dalam bidang ini instrumen pengukuran memainkan peranan yang penting sebagai satu komponen dalam sistem kawalan automatik. Sistem seperti ini menggabungkan instrumen kawalan dan pengukuran untuk membekalkan tindakan automatik jarak jauh. Ini membentuk suau proses yang dikenal sebagai proses terkawal. Instrumen tidak senantiasa dapat mengukur dan mengawal secara langsung sifat-sifat suatu bahan proses. Contohnya: suhu, tekanan, aliran, arus, kelembapan, ketumpatan, kelikatan dan sebagainya senantiasa mempengaruhi proses itu.
3)         Analisis uji kaji kejuruteraan
Terdapat dua kaidah umum yang digunakan dalam menyelesaikan masalah kejuruteraan, yaitu: teori dan uji kaji.
Menurut Yogi (2011), Instrumentasi Kelautan adalah suatu bidang ilmu kelautan yang behubungan dengan alat-alat dan piranti (device) yang dipakai untuk pengukuran dan pengendalian dalam suatu sistem yang lebih besar dan lebih kompleks dalam dunia kelautan. Instrumentasi kelautan secara umum mempunyai 3 fungsi utama:
  • sebagai alat pengukuran
  • sebagai alat analisis
  • sebagai alat kendali
Menurut Annur (2009), Perkembangan teknologi berbasis mikrokontroler pada abad-21 terjadi dengan sangat cepat.  Kemajuan ini dapat dirasakan dengan munculnya banyaknya peralatan mutakhir yang bisa dioperasikan dengan menggunakan komputer maupun beberapa tombol sederhana. Hampir keseluruhan peralatan elektronik yang berada disekitar kita telah dikendalikan dengan adanya mikrochip dan mikrokontroler, bahkan dalam skala besar seperti pabrik pembuatan mobil dan motor.  Kemajuan teknologi secara langsung telah membantu umat manusia lebih mudah melakukan hal yang dianggap sulit. Laut Indonesia masih menyimpan berbagai macam sumberdaya hayati maupun non hayati yang belum diteliti lebih mendalam.  Hal ini disebabkan masih belum banyak fasilitas wahana underwater untuk kegiatan eksplorasi bawah laut di Indonesia.  Kegiatan eksplorasi bawah laut merupakan kegiatan yang penting dilakukan tapi memiliki bahaya dan resiko yang tinggi.  Kegiatan ini harus dilakukan oleh seorang yang profesional dalam hal menyelam, selain itu menyelam memiliki batasan waktu karena terbatasnya jumlah udara dalam tabung selam.

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

            Berikut ini adalah nama-nama alat instrumentasi kelautan beserta fungsinya :

1)         Oseanografi Fisika
1. Tiang Pasut
Skala pengukuran

 
Tiang kayu

 
Description: D:\Praktek IKL (T.Tamiang)\Laporan\Instrumentasi kelautan\Gambar\DSC00731.JPG
Gambar 1. Tiang Pasut
Fungsi                         : Untuk mengukur pasang surut.
Cara kerja        : Pemasangan tiang pasut perlu diperhatikan dari mana arah datangnya gelombang karena pemasangan tiang pasut sebaiknya membelakangi darimana datangnya gelombang supaya mempermudah pembacaan angka pada saat pengamatan, adapun pengamatan pasut yang dilakukan waktu praktek yaitu per 30 menit.
Kelebihann      : Dapat diikat dengan tali untuk melihat kedalaman pasutnya.
Kekurangan     : Apabila pemasangan pasut miring, maka data tidak akurat.












2. Tiang Gelombang
Angka Skala
 
Pipa Paralon
 
Description: D:\Praktek IKL (T.Tamiang)\Laporan\Instrumentasi kelautan\Gambar\DSC00730.JPG
Gambar 2. Tiang Gelombang
Fungsi             : Untuk mengetahui puncak, lembah, tinggi, dan priode gelombang.
Cara kerja        : Letakkan tiang gelombang dengan arah menghadap gelombang datang, kemudian amati berapa puncak, lembah, tinggi, dan priode gelombang menggunakan stopwatch lalu catat hasilnya.
Kelebihan        : Mudah dibawa dan dapat membantu pada saat pengukuran gelombang.
Kekuranagan   :  Pemakaian nya harus dipegang dengan baik.

3. Kompas                              
Description: D:\KULIAH\SEMESTER 3\INSTRUMENTASI KELAUTAN\Laporan Alat\praktikum I\Foto\1482233928012.jpg
Gambar 3. Kompas
Fungsi             : Untuk menentukan arah mata angin atau derajat arah mata angin.
Cara kerja        : Cara kerja kompas sangatlah sederhana yaitu cukup membacanya, kompas sudah didesain sedemikian rupa dengan selalu menunjuk kearah utara karena pengaruh dari magnet kutub utara sehingga memudahkan bagi pengguna.

4. Kantung Sampel
Gambar 4. Kantung Sampel
Fungsi             : Untuk menyimpan sampel
Cara Kerja       : Membuka klip kantung sampel, kemudian memasukkan sampel dan menutup klip sampel.
Kelebihan        : Dapat dibawa ke mana saja karena tidak berat.
Kekurangan     : Tidak dapat memasukkan biota yang berair karena tidak dapat diletakkan secara vertikal.

5. Roll meter
Skala ukuran
 
Pegangan
 
Gambar 5. Roll Meter
Fungsi             : Untuk mengukur jarak atau panjang dan bisa juga berguna untuk mengukur sudut, membuat sudut siku-siku, dan juga dapat dipakai untuk membuat lingkaran.
Cara kerja        : Cara pemakaian/pengukurannya tinggal merentangkan meteran ini dari ujung yang satu ke ujung yang berbeda yakni ke objek yang akan diukur. Akan tetapi untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat alangkah baiknya bila dilakukan oleh dua orang, orang pertama memegang ujung awal meteran dititik yang pertama dan meletakkannya tepat di angka nol pada meteran dan orang yang kedua memegang rol meter menuju ke titik pengukuran lainnya, lalu tarik meteran selurus mungkin dan letakkan meteran di titik yang dituju dan baca angka pada meteran yang tepat dititik yang dituju. Teknik ini memiliki keterbatasan pada pengontrolan besar sudut yang di dapatkan dari hasil pengukuran dari kedua titik.
Kelebihan        : Dapat mengukur dengan angka yang pasti.
Kekurangan     : Apabila terputus maka harus mengulang pengukuran dari titik awal.


Text Box: Pegangan pada theodolite
 
6. Theodolite
Text Box: DisplayText Box: Lingkaran vertikalText Box: TeropongDescription: D:\KULIAH\SEMESTER 3\INSTRUMENTASI KELAUTAN\Laporan Alat\praktikum I\Foto\1482233922794.jpg
Gambar 6. Theodolitee
                        Theodolite adalah alat yang digunakan untuk mengikuti gerakan pilot balon dan menentukan azimuth serta arah angin.
Fungsi             : Untuk mengukur sudut dan menentukan tinggi tanah dengan sudut mendatar dan sudut tegak.
Cara kerja        : Letakkan Theodolite di tanah, kemudian atur Tripod dengan cara memutar sekrup-sekrup yang ada pada Tripod hingga tepat dan tidak bergerak. Lalu pasangkan di atas teodolit maka teodolit dapat dibidikkan ke segala arah kemudian hitung sudut dan ketinggian menggunakan skala optis.
Bagian atas
1.      Teropong digunakan unuk membidik atau mengamat, benda yang jauh agar kelihatan dekat, jelas  dan besar. Teropong Theodolitee menggunakan prinsip dari kepler yaitu terdiri dari lensa objektip sebagai lensa objektip dan lensa negatip unuk lensa mata, yang berindak sebagai loupe. Lensa objektif memberikan bayangan nyata terbalik dan diperkecil, bayangan ini digunakan sebagai benda oleh lensa okuler menjadi diperbesar dekat dan terbalik.
2.      LingkaranVertikal adalah piringan dari metal atau kaca tempat skala lingkaran, berputar bersama ropong dan dilindungi oleh alhidade vertical.
3.      Sumbu mendatar (sumbu II) : adalah sumbu perputaran teropong, disangga oleh dua tiang penyangga kiri-kanan. Pada teodolit lama sumbuh ini dapat diatur (dikoreksi) namun pada alat yang baru hal ini sudah tidak ada lagi.
4.      Klem teropong dan penggerak halus : digunakan untuk mematikan gerak teropong, dan unuk gerakan kecil digunakan sekerup penggerak halus. Gerak halus ini berfungsi apabila klem telah dimaikan.
5.      Alhidadevertical dan Nivo alhidadevertical digunakan untuk mengatur mikroskop pembacaan lingkaran vertikal.
6.      Nivo teropong, pada alat produksi baru rata-rata tidak ada lagi.
Bagian Tengah
1.      Kaki pengangga sumbu II, pada theodolite yang baru berisi prisma-prisma pemanul sinar pembacaan lingkaran horizontal.
2.      Alhidade Horizontal : merupakan pemersatu dari kaki penyangga sumbu II, dan pelindung lingkaran horizontal.
3.      Piringan lingkaran Horizontal : merupakan tempat skala lingkaran horizontal, terbuat dari metal atau kaca. Pada theodolite repetisi lingkaran ini terpisah dari ribrach dan dapat diaur kedudukannya, sedang pada theodolite reiterasi menjadi satu dengan ribrach dan posisinya tetap.
4.      Klem dan penggerak halus alhidade horizontal. Seperti halnya pada teropong, klem disini dipakai unuk mematikan gerakan sumbu I (sumbu tegak), dan gerakan halus dengan memutar sekerup penggerak halus alhidade horizontal.
5.      Klem dan penggerak halus limbus : hal ini hanya ada pada theodolite repetisi (sumbu ganda), digunakan unuk mengatur kedudukan dari piringan horizontal.
6.      Nivo Alhidade horizontal : digunakan unuk membuat sumbu I verikal secara halus, setelah pendekatan dengan Nivo kotak. Kadang-kadang Nivo kotak juga berdekatan dengan Nivo tabung, airnya terletak pada alhidade horizontal, namun adapula yang berada pada ribrach.
7.      Mikroskop pembacaan lingkaran horizontal. Pada alat yang baru dijadikan satu dengan pembacaan lingkaran vertikal.
Bagian bawah
1.      Tribrach merupakan tempat tumpuan dari sumbu I.
2.      Nivo kotak, dipakai sebagai perolongan pengaturan sumbu I verikal secara pendekatan.
3.      Sekrup penyetel ABC (karena ada tiga buah) digunakan unuk mengatur sumbu I agar verikal. Sekerup ini juga disebut dengan “levelscew
4.      Plat dasar digunakan untuk mempersaukan alat dengan statip karenannya dibagian tengah dari plat dasar deberi lubang drap untuk baut insrumen (alat).
5.      Alat sneering optis (pada alat baru). Pada lama piranti sentering berupa tempat penggantung tali unting-unting yang berada pada baut instrument. Beberapa alat buatan kern menggunakan sentering dengan tongkat teleskopik.
6.      Satip merupakan piranti unuk mendirikan alat dilapangan terdiri dari kepala statip dan kaki-iga yang dapat disetel keinggiannya. Statip ini ada yang terbuat dari kayu dan ada pula yang terbuat dari metal atau alminium sehingga lebih ringan.
Kekurangan     : Tidak bisa terkena sinnar matahari dan hujan dan tidak bisa digunakan saat malam hari.
Kelebihan        : Mengukur jarak yang cukup jauh tanpa harus membentang meteran.

7. Water pass
Text Box: Sekrup penggerak horizontalText Box: Plat DasarText Box: Lensa ObjektifDescription: D:\KULIAH\SEMESTER 3\INSTRUMENTASI KELAUTAN\Laporan Alat\praktikum I\Foto\1482233900397.jpg
Gambar 7. Water Pass
Fungsi             : Untuk mengukur jarak secara bidang datar.
Cara kerja        : Letakkan water pass di tanah, kemudian atur Tripod dengan cara memutar sekrup-sekrup yang ada pada Tripod hingga tepat dan tidak bergerak. Lalu pasangkan water pass di atasnya maka water pass dapat dibidikkan ke segala arah kemudian hitung sudut dan ketinggian menggunakan skala optis.
Kelebihan        : Mengukur dengan angka pasti menggunakan rambu ukur.
Kekurangan     : Hanya dapat digunakan pada bidang datar.
8. Rambu ukur
Description: D:\KULIAH\SEMESTER 3\INSTRUMENTASI KELAUTAN\Laporan Alat\praktikum I\Foto\1482233912471.jpg
Gambar 8. Rambu Ukur
Fungsi             : Untuk pengukuran bidang datar
Cara kerja        : Mengatur ketinggian rambu ukur dengan menarik batangnya  sesuai dengan kebutuhan, kemudian kunci. Meletakkan rambu ukur ditengah-tengah patok/titik yang merupakan jalur pengukuran.
Kelebihan        : Saat digunakan dengan Theodolite, itu sangat memudahkan pengukuran.
Kekurangan     : Biasanya hanya digunakan untuk  pengukuran menggunakan Theodolite.


Description: C:\palu 1.jpg

Gagang

 
9.         Palu Geologi
Kepala palu

 
Gambar 9. Palu Geologi
Fungsi             : Untuk mengait perlapisan pada batuan lunak seperti batuan sedimen dan bisa juga digunakan untuk tipe batuan keras seperti batuan metamorf.
Cara kerja        : Pukulkan secara perlahan pada batuan.
Kelebihan        : Memudahkan pekerjaan dan teliti.
Kekurangan     : Mudah berkarat apabila terkena air.



Description: D:\Instrumentasi kelautan\Gambar\DSC00738.JPG

10.       Layang-layang arus
Gambar 10. Layang-Layang Arus
Fungsi             : Untuk mengukur kecepatan dan arah arus.
Cara kerja        : Masukan layang-layang arus kedalam perairan bersamaan dengan mengaktifkan stopwatch dan dibiarkan terbawah oleh arus setelah sampai jarak yang ditetapkan maka stopwatch dihentikan, kemudian catat berapa waktu yang digunakan untuk mencapai jarak yang telah ditentukan, lalu untuk mengukur arah arus yaitu dengan membidik layang-layang arus tersebut menggunakan kompas kemudian baca arah kemana yang ditunjukan oleh kompas.
tenggelam.
Kelebihan        : Alat dapat dan mudah dibuat  ekonomis
Kekurangan     : Alat mudah rusak dan tidak seakurat alat lain.
11.       Batu Duga
Tali
 
Cor Semen
 
Description: D:\Praktek IKL (T.Tamiang)\Laporan\Instrumentasi kelautan\Gambar\DSC00728.JPG
Gambar 11.Batu Duga
Fungsi             : Untuk mengukur kedalaman
Cara kerja        : Turunkan batu duga kedalam perairan hingga mencapai dasar perairan, setelah mencapai dasar perairan maka tali batu duga diberi tanda, baru ditarik naik, lalu mengukur berapa panjang tali yang digunakan untuk mencapai dasar perairan.







12. Wind detector
Description: D:\Praktek IKL (T.Tamiang)\Laporan\Instrumentasi kelautan\Gambar\Wind_Detector.jpg
Gambar 12. Wind detector
Fungsi             : Untuk mengukur kecepatan & arah angin, dan suhu udara.
Cara kerja        : Rangkai alat ini hingga benar-benar terangkai dan siap digunakan. Setelah terangkai, pasang baling-baling di atas pada ketinggian yang diinginkan, lalu aktifkan “power” untuk mengaktifkan alat ini. Ketika baling-baling berputar karena adanya angin, kita langsung dapat mengetahui berapa kecepatan dan arah angin bergerak yang terdapat pada layar, untuk mengetahui suhu udara cukup tekan tombol suhu sehingga kita langsung mengetahui berapa suhu udara pada keadaan sekitar.

13. Tripod
Description: D:\KULIAH\SEMESTER 3\INSTRUMENTASI KELAUTAN\Laporan Alat\praktikum I\Foto\1482233906006.jpg
Gambar 13. Tripod
Fungsi             : Tripod digunakan sebagai dudukan/penyangga Theodolite atau Water pass dalam proses pengambilan data dilapangan.
Cara kerja        : Kestabilan Tripod dapat di atur sesuai keadaan dengan cara mengatur tinggi kaki-kakinya.
Secara umum Tripod terdiri atas :
Bubble/Head   : Bagian atas kepala tempat kedudukan sepatu kamera (shoe),water      pass, dan I.
Plate                : Tempat untuk kedudukan kamera.
Shoe                : Tempat untuk kedudukan kamera setelah dipasang plate.
Pan Handle     : Stick yang berfungsi menggerakan kamera kekanan-kiri dan keatas-bawah.
Lock on-off      : Berfungsi membuka dan mengunci gerakan kamera.
Legs                 : Sebutan untuk kaki Tripod
Spider              : Berfungsi sebagai pengait legs, sehingga kedudukan Tripod lebih kuat.
Kelebihan        : Mudah di bawa kemana-mana dan bisa menjadi tempat Theodolite
Kekurangan     : Untuk menggunakan alat ini sangat di perlukan keahlian pada si pengguna.

14. GPS MapSounder
Tranducer
 
Penutup Monitor
 
Antena
 
Gambat 14. GPS MapSounder
Fungsi             : GPS MapSounder ini memiliki berbagai macam kegunaan, diantaranya yaitu untuk memetakan suatu area, menentukan titik koordinat, arah mata angin, mendeteksi suatu benda atau ikan di perairan dengan suara (sounding).
Cara kerja        : Rangkai alat ini hingga benar-benar terangkai dan siap digunakan.
Bagian-bagian Echosounder.
a.       Time Base       : Time Base berfungsi sebagai penanda pulsa listrik untuk mengaktifkan pemancaran pulsa yang akan dipancarkan oleh transmitter melalui transducer.
b.      Transmiter       : Transmitter berfungsi menghasilkan pulsa yang akan dipancarkan.
c.       Transducer      : Fungsi utama dari transducer adalah mengubah energi listrik menjadi energi suara ketika suara akan dipancarkan ke medium dan mengubah energi suara menjadi energi listrik ketika echo diterima dari suatu target.
d.      Reciever          : Receiver berfungsi menerima pulsa dari objek dan display atau recorder sebagai pencatat hasil echo.
e.       Recorder         : Recorder berfungsi untuk merekam atau menampilkan sinyal echo.
Kelebihan        : Dapat mengukur kedalaman laut yang disertai dengan pemetaan dasar laut, disamping itu digunakan nelayan untuk mengetahui gerombolan ikan,serta dapat mengukur suhu air pada kedalaman tertentu. Penggunaan teknologi ini sangat membantu dalam pencarian sumber daya ikan yang baru, sehingga akan mempercapat pengambilan keputusan atau kebijakan, terutama untuk menetapkan daerah penangkapan ikan agar potensi ikan dapat dipertahankan.
Kekurangan     : Jika semakin dalam laut, gambar yang dihasilkan semakin tidak jelas (tidak terlihat lebih spesifik gambar karang, ikan, kapal karam,dan sebagainya). Contoh ketika echosounder digunakan di akuarium yang berisi ikan, gambar yang dihasilkan lebih jelas, hal ini dipengaruhi oleh laut. Disamping itu mengganggu komunikasi antar hewan laut contohnya paus dan lumba-lumba.








15.       GPS (Global Position System)
Description: Hasil gambar untuk hand gps
Gambar 15. GPS (Global Position System)
Fungsi             : GPS memiliki fungsi untuk menentukan titik koordinat, tracking titik, marking titik, dan mengetahui arah mata angin.
Cara kerja        : Aktifkan GPS dengan cara menekan tombol “power” yang ada di atas GPS, kemudian tunggu hingga sinyal GPS penuh atau sinyal memenuhi syarat untuk melakukan pengukuran hingga GPS siap untuk digunakan. Menandai titik pada titik yang diinginkan yaitu tekan tombol “mark” kemudian diberi nama misalkan “ST1” pada stasiun 1 / titik 1 lalu tekan “OK” dan seterusnya. Membuat jejak pada suatu area yaitu dengan cara mengaktifkan / on pada “tracking” GPS kemudian tekan “enter” sehingga dengan otomatis titik tracking akan terekam pada GPS. Sedangkan untuk mencari / melihat titik yang telah ditandai yaitu dengan cara menekan tombol “find” kemudian cari nama titik tersebut lalu tekan “enter” sehingga akan didapat titik beserta koordinatnya.
Bagian –bagian yang terdapat pada GPS (Global Position System)
1.      Tombol ON/OFF berfungsi untuk menghidupkan atau mematikan Receiver atau untuk mengatur terang/gelap layar.
2.      Tombol Zoom In dan tombol Zoom Out  berfungsi pada tampilan halaman (page) peta (map) untuk memperbesar atau memperkecil tampilan peta dilayar.
3.      Tombol FIND berfungsi untuk menampilkan menu Find, berguna untuk navigasi mencari suatu titik yang telah diketahui koordinatnya (waypoint) atau mencari suatu kota (Cities).
4.      Tombol MARK berfungsi untuk menyimpan posisi saat ini ke dalam waypoint.
5.      Tombol QUIT berfungsi untuk keluar dari suatu tampilan menu atau kembali ke halaman sebelumnya.
6.      Tombol ROCKER berfungsi untuk memilih menu atau menggerakkan kursor pada tampilan dilayar.
7.      Tombol PAGE berfungsi untuk pindah dari tampilan halaman (page) 1 ke halaman berikutnya.
8.      Tombol MENU berfungsi untuk menampilkan option masing-masing tampilan halaman atau kalau ditekan 2 kali akan menampilkan halaman menu utama.
9.      Tombol ENTER Beberapa fungsi tombol ini adalah sebagai berikut : Untuk memilih MENU/SUB MENU. Untuk memasukkan data (misalnya memasukkan koordinat ke waypoint).
Kelebihan        :
1.      Proses navigasi kendaraan lebih mudah dan cepat
2.      Sangat membantu meningkatkan tracking di dunia militer
3.      Mudah dalam mengidentifikasi setiap lokasi yang ada di permukaan bumi serta mengetahui kondisinya secara real time
4.      Lebih ringkas dan mudah digunakan dibandingkan dengan peta konvensional
5.      Penggunaan GPS tracking bisa meningkatkan keamanan dan kenyamanan anda dalam menjaga kendaraan atau objek lainnya. Bila hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, anda bisa dengan mudah melacak posisi objek yang dipasangkan alat  GPS tracking.
Kekurangan     :
1.      Tingkat keakuratan tidak selamanya presisi. Koordinat posisi yang dilacak oleh satelit memiliki faktor kesalahan yang akan mempengaruhi tingkat keakuratan GPS.
2.      Pengguna GPS tracking akan cenderung bergantung pada GPS ketika berkendara, sehingga kurang waspada terhadap kondisi lalu lintas sekitarnya.
3.      Tentunya untuk menggunakan teknologi dan layanan GPS tidaklah murah, anda harus membeli GPS tracking dan juga biaya penggunaan.
Pipa Kapiler
 
16. Thermometer
Reservoir
 
Skala suhu

 
Description: D:\dsfdfd.jpg
Gambar 16. Thermometer
Fungsi             : Untuk mengukur suhu.
Cara kerja        : Cara kerja alat ini yaitu cukup mencelupkan alat ini pada air yang akan diukur suhunya, kemudian diamkan beberapa menit lalu baca berapa besar suhunya pada alat ini.
Zat pengisi thermometer:
a.       Raksa
Raksa atau sering disebut air raksa memiliki kandungan merkuri. Merkuri sangat berbahaya karena dapat membuat manusia terkena, kerusakan susunan saraf pusat, kerusakan ginjal, kerusakan hati, gangguan mental, kebutaan dll.
Keunggulan raksa diantaranya : Cepat menerima panas dapat mengukur suhu serendah -39°C dan mendidih pada suhu 357°C mudah dilihat karena mengkilat tidak membasahi kaca bagian dalam thermometer pemuaiannya teratur.
b.      Alkohol
Alkohol berasal dari tanaman tebu, singkong, anggur, dan lain lain. Keunggulan alkohol dapat mengukur suhu yang sangat rendah  (sangat dingin). Alkohol membeku pada suhu -130°C. Kerja alkohol sama dengan raksa. Jika alkohol terkena panas maka alkohol akan memuai, sedangkan jika alkohol terkena dingin alkohol akan menyusut.
Bagian-bagian thermometer
1.         Pipa kaca yang berupa pipa kapiler. Bagian bawah membesar sebagai reservoir/cadangan, dan bagian luar terdapat skala sebagai penunjuk suhu
2.         Zat cair pengisi thermometer, yaitu air raksa atau alkohol.

17. Sechi Disk
Tali skala
 
Piringan kecerahan
 
Description: D:\Praktek IKL (T.Tamiang)\Laporan\Instrumentasi kelautan\Gambar\DSC00735.JPG
Gambar 17. Sechi Disk
Fungsi             : Untuk mengukur kecerahan suatu perairan.
Cara kerja        : Turunkan Sechi Disk kedalam perairan dengan perlahan sambil mengamati kejelasan pandangan kita terhadap warna Sechi Disk, apa bila warna Sechi Disk masih nampak jelas maka alat tetap diturunkan sehingga jarak pandangan kita tidak dapat membedakan warna sechidisk (samar-samar).
Bagian – bagian Sechi Disk
1.      Piringin kecerahan berfungsi untuk melihat kecerahan pada perairan
2.      Tali skala berfungsi untuk mengukur kedalaman saat mengukur kecerahan

18. Sedimen trap
cor semen
 
Besi penyangga
 
Besi lengkung
 
Description: C:\foto alat instrumen\IMG_20151221_140044.jpg
Gambar 18. Sedimen trap
Fungsi             : Untuk perangkap sedimen.
Cara kerja        : Pasang alat ini di dasar perairan tepatnya mendekati bibir pantai dan dalam keadaan tidak kekeringan pada saat surut terendah, sedangkan pelatakkan arah paralonnya di sesuaikan dengan arah yang telah ditandai.
19. Grab Sampler
Tempat hasil sedimen yang diambil

 
Tali

 
Besi Pengunci
 
Description: D:\Praktek IKL (T.Tamiang)\Laporan\Instrumentasi kelautan\Gambar\DSC00729.JPG
Gambar 19. Grab Sampler
Fungsi             : Untuk mengambil sedimen bentos di dasar perairan.
Cara kerja        : Memasang pengunci grab agar posisinya terbuka, setelah itu grap diturunkan kedalam perairan hingga mencapai dasar perairan kemudian grap ditarik sedikit agar volume disaat menghentakkan dapat membuka pengunci dan menancapkan alat kedasar perairan, supaya alat saat ditarik  dapat tertutup dan merangkap sedimen bentos, kemudian angkat ke permukaan dengan perlahan lalu buka grap untuk mengambil sampel sedimen bentos.
            Bagian-bagian grab sampler.
a)      Besi pengunci berfungsi  sebagai membuka dan menutup grab sampler
b)      Tempat hasil pengambilan Sedimen
c)      Tali berfungsi untuk mengangkat grab sampler yang telah di tancapkan ke dasar laut.
Kelebihan        : Keuntungan pemakaian grab sampler adalah lokasi sampel dapat ditentukan dengan pasti jadi perkiraan kedalam perairan dapat diketahui.
Kekurangan     : Kapal harus berhenti sewaktu alat dioperasikan, sampel teraduk, dan beberapa fraksi sedimen yang halus mungkin hilang.







2)         Osenografi Kimia
1. Handrefractometer
Handle
 
Prisma biru
 
Kaca
 
Description: C:\foto alat instrumen\IMG_20151221_154338.jpg
Gambar 20. Handrefractometer
Fungsi             : Untuk mengukur salinitas/kadar garam.
Cara kerja        : Teteskan cairan aquades pada kaca sampel alat ini untuk mengkalibrasi kemudian bersihkan dengan tissue, setelah itu ambil air sampel  menggunakan pipet kemudian buka penutup kaca sampel lalu air diteteskan, setelah penetesan kaca ditutup, dan selanjutnya dilakukan pengamatan melalui lensa pada handrefractometer untuk melihat berapa salinitasnya.
Bagian-Bagian Alat
1.      Day light plate (kaca)
Day light plate berfungsi untuk melindungi prisma dari goresan akibat debu, benda asing, atau untuk mencegah agar sampel yang diteteskan pada prisma tidak menetes atau jatuh.
2.      Prisma (biru)
Prisma merupakan bagian yang paling sensitif terhadap goresan.Prisma berfungsi untuk pembacaan skala dari zat terlarut dan mengubah cahaya polikromatis (cahaya lampu/matahari) menjadi monokromatis.
3.      Knop pengatur skala
Knop pengatur skala berfungsi untuk mengkalibrasi skala menggunakan aquades. Cara kerjanya ialah knop diputar searah atau berlawanan arah jarum jam hingga didapatkan skala paling kecil (0.00 untuk refraktometer salinitas, 1.000 untuk refraktometer urine).
4.      Lensa
Lensa berfungsi untuk memfokuskan cahaya yang monokromatis.
5.      Handle
Handle berfungsi untuk memegang alat refraktometer dan menjaga suhu agar stabil.
6.      Biomaterial strip
Biomaterial strip teerletak pada bagian dalam alat (tidak terlihat) dan berfungsi untuk mengatur suhu sekitar 18 – 28 OC. Jika saat pengukuran suhunya mencapai kurang dari 18 OC atau melebihi 28 OC maka secara otomatis refraktometer akan mengatur suhunya agar sesuai dengan range yaitu 18 – 28 OC.
7.      Lensa pembesar
Sesuai dengan namanya, lensa pembesar berfungsi untuk memperbesar skala yang terlihat pada eye piece.
8.      Eye piece
Eye piece merupakan tempat untuk melihat skala yang ditunjukkan oleh refraktometer.
9.      Skala
Skala berguna untuk melihat , konsentrasi, dan massa jenis suatu larutan.

2.         DO meter
Tali Kabel
 
Tombol
 
Layar Screen
 
Description: C:\foto alat instrumen\IMG_20151221_154820.jpg
Gambar 21. DO meter
Fungsi             : Untuk mengetahui oksigen terlarut dan suhu air.
Cara kerja        : Sebelum alat ini digunakan dilakukan kalibrasi terlebih dahulu pada sensor penanya menggunakan larutan aquades agar netral, cara penggunaannya yaitu tekan “power” untuk mengaktifkan alat ini, setelah aktif buka tutup membran atau pen sensor lalu celupkan membran pada air sampel setelah itu diamkan sesaat untuk menunggu angka/nilainya berhenti sehingga ukuran DO dan suhu akan  didapat setelah angkanya benar-benar berhenti.
3. pH meter
Description: C:\foto alat instrumen\IMG_20151221_154911.jpg






Gambar 22. pH meter
Fungsi             : Untuk mengukur pH dan suhu air.
Cara kerja        : Kalibrasi terlebih dahulu sensor pena alat ini menggunakan larutan buffer lalu bersihkan menggunakan tissue, kemudian tekan “on” untuk mengaktifkan alat ini, setelah alat ini aktif lalu celupkan sensor penanya pada air sampel lalu tekan tombol “pH” untuk mengetahui berapa pHnya dan tekan tombol “suhu” untuk mengetahui berapa suhunya. Nilai diambil setelah angka pada layar dalam keadaan diam/tidak berubah-ubah.
Bagian-bagian pH Meter
1. Body of pH meter
2. Body of electroda
3. Screen display
4. Electrode cable
5. Temperature censore display
6. MEAS button for measurement
7. MODE button for selected measurement mode
8. Set button for measurment setting
9. CAL button for calibration
10. CAL DATA for review data calibration that calibrated
11. ON/OFF button for Turn ON/Turn OFF
12. Data OUT button for output
13. ENTER button
14. Glass electrode
15. Comparison Electrode (reference)
4. pH tanah
Pengukur pH
 
Tombol
 
Badan PH
 
Description: C:\foto alat instrumen\IMG_20151221_154434.jpg
Gambar 23. pH tanah
Fungsi             : Mengukur derajat keasaman tanah.
Cara kerja        : Tancapkan pH tanah pada tanah yang ingin diidentifikasi derajat keasamannya, kemudian tekan tombol pada pH tanah tersebut.
Kelebihan        :
·         Alat ini bisa dipakai untuk tanaman outdoor maupun indoor.
·         Alat Penguji pH Meter ini bekerja sebagai alat yang sangat akurat
Kekurangan     :
·         Harga relatif mahal
·         Sering terjadi kerusakan elektroda, sebaiknya alat ini dibersihkan setelah digunakan.

C)        Oseanografi Biologi
1. Transek Kuadran
Pipa yang berbentuk segiempat
 
Tali
 
Description: IMG_1015
Gambar 24. Transek Kuadran
Fungsi             :
·         Untuk mengetahui jenis-jenis spesies atau biota yang ada pada suatu transek yang dibuat
·         Untuk mengetahui jenis keanekaragaman pada pada suatu daerah atau pada suatu area tertentu
Cara kerja        : Meletakkan transek kuadran tersebut ke bagian tempat yang ingin diteliti. Kemudian mengamati jenis apa yang terdapat pada transek sesuai dengan plot.

2. Botol gelap
Botol Kaca
 
Penutup Botol
 
Gambar 25. Botol gelap
Fungsi             : Wadah pereaksi (reagen) dan menyimpan reagen atau sampel yang telah diambil.
Cara kerja        : Dengan cara membuka tutup botolnya kemudian masukkan sampel ke dalamnya dan tutup kembali botol.
3. Botol terang
Botol Kaca
 
Penutup Botol
 
Gambar 26. Botol terang
Fungsi             : Wadah pereaksi (reagen) dan menyimpan reagenatau sample yang telah diambil.
Cara kerja        : Dengan cara membuka tutup botolnya kemudian masukkan sample ke dalamnya dan tutup kembali botol.
Jaring
 
Kawat
 


Description: Plankton net.jpg

4. Planktonnet
Botol penampung plankton
 
Penyaring plankton
 
Gambar 27. Planktonnet
Fungsi             : Untuk mengambil plankton disuatu perairan
Cara kerja        : Ambil air sampel dengan ember atau sejenisnya yang bervolume 10 liter dimasukkan kedalam planktonnet, cara ini dilakukan berkali-kali sampai 10 kali, kemudian ambil sisa air yang ada di planktonnet lalu masukkan kedalam botol sampel dan diberikan cairan lugol sebanyak 5 tetes menggunakan pipet.
Kelebihan        : Penggunaan jaring plankton selain praktis juga sampel yang diperoleh cukup banyak karena jaring plankton net biasa terbuat dari nilon.
Kekurangan     :
1.      Dalam penggunaanya alat ini sulit untuk memperkirakan jumlah air yang disaring.
2.      Plankton yang tertangkap sangat bergantung pada ukuran mesh size, maka ukuran mesh size yang digunakan harus disesuaikan dengan jenis atau ukuran plankton yang akan diamati.
3.      Bagian akhir ujung jaring terdapat bucket adalah alat penampung plankton yang telah terkumpul  yang tidak dapat menampung air terlalu banyak.

 


1 comment:

  1. Control cars, special equipment, stationary units, people – Garmin offers Garmin GPS Update devices for every project.

    ReplyDelete