LAPORAN PRAKTIKUM
INSTRUMENTASI KELAUTAN
Oleh
Nama : Ahmad Sulthan Nuriy
NIM : G1F115002
KEMENTERIAN RISET TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
FAKULTAS PERIKANAN DAN KELAUTAN
BANJARBARU
2016
I. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Instrumentasi
Kelautan adalah suatu bidang ilmu kelautan yang behubungan dengan alat-alat dan
piranti (device) yang dipakai untuk
pengukuran dan pengendalian dalam suatu
sistem yang lebih besar dan lebih kompleks dalam dunia kelautan.
Instrumentasi kelautan secara umum mempunyai 3 fungsi utama:
- sebagai alat pengukuran
- sebagai alat analisis,
- sebagai alat kendali
Instrumentasi Kelautan sebagai alat pengukuran meliputi instrumentasi survey
/ statistik, instrumentasi pasang-surut, gelombang, arah & kecepatan arus,
instrumentasi arah & kecepatan angin, instrumentasi pengukuran suhu, Disolve Oxigen (DO), turbiditas,
salinitas, pH perairan, kecerahan, plankton, sedimen, dll. Contoh dari
instrumentasi sebagai alat analisis dalam dunia kelautan misalnya; Echosounder,
yang dapat menganalisis dan mendeteksi bawah air.Sistem pengukuran, analisis
dan kendali dalam instrumentasi ini bisa dilakukan secara manual (hasilnya
dibaca dan ditulis tangan), tetapi bisa juga dilakukan secara otomatis dengan
mengunakan komputer (electronic circuit).
Pengukuran telah menjadi suatu
bidang yang penting sejak dari awal kehidupan manusia apabila digunakan sebagai
cara untuk mengkuantitikan pertukaran barang dalam sistem perniagaan.
Perkembangan pengukuran adalah perkembangan sains. Sistem pengukuran dan
instrumen serta transduser yang digunakan adalah penting dalam kegiatan
domestik dan industri. Kemajuan instrumentasi dalam bidang industri, sebagian
besarnya berlaku dalam tahun 1930-an bermula dengan pengenalan kepada instrumen
untuk merekodkan suhu. Perkembangan pesat dalam bidang pembuatan telah
mendorong kepada kegiatan pengukuran berterusan beberapa kuantiti seperti
tekanan, suhu, arus, aliran dan sebagainya.
1.2. Tujuan Praktikum
Ø Tujuan dari praktikum ini adalah sebagai
berikut :
1. Melakukan pengenalan dan mengaplikasikan
instrumentasi-instrumentasi kelautan dilapangan
2. Melakukan evaluasi semua aspek yang
ditemukan di lapangan kemudian dituangkan dalam laporan singkat.
Ø Kegunaan dari praktikum ini adalah sebagai berikut :
Praktikum ini diharapkan dapat berguna untuk meningkatkan
pemahaman dan keterampilan mahasiswa dalam menyerap materi kuliah instrumentasi
kelautan di program studi ilmu kelautan ULM.
II. TINJAUAN PUSTAKA
Instrumentasi adalah alat-alat dan piranti (device) yang dipakai untuk pengukuran dan pengendalian dalam suatu
sistem yang lebih besar dan lebih kompleks. Instrumentasi bisa berarti alat
untuk menghasilkan efek suara.
Menurut Radzi (2007), pengukuran telah
menjadi suatu bidang yang penting sejak dari awal tamadun manusia apabila
digunakan sebagai cara untuk mengkuantitikan pertukaran barangan dalam sistem
perniagaan. Perkembangan pengukuran adalah perkembangan sains. Sistem
pengukuran dan instrumen serta transduser yang digunakan adalah penting dalam kegiatan
domestik dan industri. Kemajuan instrumentasi dalam bidang industri, sebagian
besarnya berlaku dalam tahun 1930-an bermula dengan pengenalan kepada instrumen
untuk merekodkan suhu. Perkembangan pesat dalam bidang pembuatan telah
mendorong kepada kegiatan pengukuran berterusan beberapa kuantiti seperti
tekanan, suhu, arus, aliran dan sebgainya. Kegunaan harian insrumen pengukuran
dapat dibagikan menjadi 3 bidang utama, yaitu:
1) Pemantauan
proses dan pengoperasian
Dalam bidang ini instrumen pengukuran
hanya berfungsi membekalkan bacaan kepada pengendali. Contohnya: thermometer, barometer, dan anemometer
yang digunakan oleh biro kaji cuaca. Peralatan ini hanya memberi gambaran
keadaan suatu persekitaran, dan bacaan yang ditunjukkan oleh instrumen ini tidak
digunakan dalam sembarang bentuk pengawalan.
2) Pengawalan
proses dan pengoperasian
Dalam bidang ini instrumen pengukuran
memainkan peranan yang penting sebagai satu komponen dalam sistem kawalan
automatik. Sistem seperti ini menggabungkan instrumen kawalan dan pengukuran
untuk membekalkan tindakan automatik jarak jauh. Ini membentuk suau proses yang
dikenal sebagai proses terkawal. Instrumen tidak senantiasa dapat mengukur dan
mengawal secara langsung sifat-sifat suatu bahan proses. Contohnya: suhu, tekanan,
aliran, arus, kelembapan, ketumpatan, kelikatan dan sebagainya senantiasa
mempengaruhi proses itu.
3) Analisis
uji kaji kejuruteraan
Terdapat dua kaidah umum yang digunakan
dalam menyelesaikan masalah kejuruteraan, yaitu: teori dan uji kaji.
Menurut Yogi (2011), Instrumentasi
Kelautan adalah suatu bidang ilmu kelautan yang behubungan dengan alat-alat dan
piranti (device) yang dipakai untuk
pengukuran dan pengendalian dalam suatu sistem yang lebih besar dan lebih
kompleks dalam dunia kelautan. Instrumentasi kelautan secara umum mempunyai 3
fungsi utama:
- sebagai alat pengukuran
- sebagai alat analisis
- sebagai alat kendali
Menurut Annur (2009), Perkembangan
teknologi berbasis mikrokontroler pada abad-21 terjadi dengan sangat
cepat. Kemajuan ini dapat dirasakan
dengan munculnya banyaknya peralatan mutakhir yang bisa dioperasikan dengan
menggunakan komputer maupun beberapa tombol sederhana. Hampir keseluruhan
peralatan elektronik yang berada disekitar kita telah dikendalikan dengan
adanya mikrochip dan mikrokontroler, bahkan dalam skala besar
seperti pabrik pembuatan mobil dan motor.
Kemajuan teknologi secara langsung telah membantu umat manusia lebih
mudah melakukan hal yang dianggap sulit. Laut Indonesia masih menyimpan berbagai
macam sumberdaya hayati maupun non
hayati yang belum diteliti lebih mendalam.
Hal ini disebabkan masih belum banyak fasilitas wahana underwater untuk
kegiatan eksplorasi bawah laut di Indonesia.
Kegiatan eksplorasi bawah laut merupakan kegiatan yang penting dilakukan
tapi memiliki bahaya dan resiko yang tinggi.
Kegiatan ini harus dilakukan oleh seorang yang profesional dalam hal
menyelam, selain itu menyelam memiliki batasan waktu karena terbatasnya jumlah
udara dalam tabung selam.
IV.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Berikut
ini adalah nama-nama alat instrumentasi kelautan beserta fungsinya :
1) Oseanografi Fisika
1. Tiang Pasut
|
|
Gambar 1. Tiang Pasut
Fungsi : Untuk mengukur pasang
surut.
Cara kerja : Pemasangan tiang pasut perlu
diperhatikan dari mana arah datangnya gelombang karena pemasangan tiang pasut
sebaiknya membelakangi darimana datangnya gelombang supaya mempermudah pembacaan
angka pada saat pengamatan, adapun pengamatan pasut yang dilakukan waktu
praktek yaitu per 30 menit.
Kelebihann : Dapat diikat dengan tali untuk melihat kedalaman pasutnya.
Kekurangan : Apabila pemasangan pasut miring, maka data tidak akurat.
2. Tiang Gelombang
|
|
Gambar 2. Tiang Gelombang
Fungsi :
Untuk mengetahui puncak, lembah, tinggi, dan priode gelombang.
Cara kerja : Letakkan tiang gelombang dengan arah menghadap gelombang
datang, kemudian amati berapa puncak, lembah, tinggi, dan priode gelombang
menggunakan stopwatch lalu catat
hasilnya.
Kelebihan : Mudah dibawa dan dapat membantu pada saat pengukuran
gelombang.
Kekuranagan : Pemakaian
nya harus dipegang dengan baik.
3. Kompas

Gambar 3. Kompas
Fungsi :
Untuk menentukan arah mata angin atau derajat arah mata angin.
Cara kerja : Cara kerja kompas sangatlah sederhana yaitu cukup
membacanya, kompas sudah didesain sedemikian rupa dengan selalu menunjuk kearah
utara karena pengaruh dari magnet kutub utara sehingga memudahkan bagi
pengguna.
4. Kantung Sampel

Gambar 4. Kantung Sampel
Fungsi :
Untuk menyimpan sampel
Cara Kerja : Membuka klip kantung sampel, kemudian memasukkan sampel dan menutup
klip sampel.
Kelebihan : Dapat dibawa ke mana saja karena tidak berat.
Kekurangan : Tidak dapat memasukkan biota yang berair karena tidak dapat
diletakkan secara vertikal.
5. Roll
meter
|
|
Gambar 5. Roll Meter
Fungsi :
Untuk mengukur jarak atau panjang dan bisa juga berguna untuk mengukur sudut,
membuat sudut siku-siku, dan juga dapat dipakai untuk membuat lingkaran.
Cara kerja : Cara pemakaian/pengukurannya tinggal merentangkan meteran
ini dari ujung yang satu ke ujung yang berbeda yakni ke objek yang akan diukur.
Akan tetapi untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat alangkah baiknya bila
dilakukan oleh dua orang, orang pertama memegang ujung awal meteran dititik
yang pertama dan meletakkannya tepat di angka nol pada meteran dan orang yang
kedua memegang rol meter menuju ke titik pengukuran lainnya, lalu tarik meteran
selurus mungkin dan letakkan meteran di titik yang dituju dan baca angka pada
meteran yang tepat dititik yang dituju. Teknik ini memiliki keterbatasan pada
pengontrolan besar sudut yang di dapatkan dari hasil pengukuran dari kedua
titik.
Kelebihan : Dapat mengukur dengan angka yang pasti.
Kekurangan : Apabila terputus maka harus mengulang pengukuran dari titik
awal.
6. Theodolite



Gambar 6. Theodolitee
Theodolite adalah alat yang digunakan
untuk mengikuti gerakan pilot balon dan menentukan azimuth serta arah angin.
Fungsi :
Untuk mengukur sudut dan menentukan tinggi tanah dengan sudut mendatar dan
sudut tegak.
Cara kerja : Letakkan Theodolite
di tanah, kemudian atur Tripod dengan
cara memutar sekrup-sekrup yang ada pada Tripod
hingga tepat dan tidak bergerak. Lalu pasangkan di atas teodolit maka teodolit
dapat dibidikkan ke segala arah kemudian hitung sudut dan ketinggian
menggunakan skala optis.
Bagian atas
1.
Teropong digunakan unuk membidik atau
mengamat, benda yang jauh agar kelihatan dekat, jelas dan besar. Teropong Theodolitee menggunakan prinsip dari kepler yaitu terdiri dari
lensa objektip sebagai lensa objektip dan lensa negatip unuk lensa mata, yang
berindak sebagai loupe. Lensa objektif memberikan bayangan nyata terbalik dan
diperkecil, bayangan ini digunakan sebagai benda oleh lensa okuler menjadi
diperbesar dekat dan terbalik.
2.
LingkaranVertikal adalah piringan dari
metal atau kaca tempat skala lingkaran, berputar bersama ropong dan dilindungi
oleh alhidade vertical.
3.
Sumbu mendatar (sumbu II) : adalah sumbu
perputaran teropong, disangga oleh dua tiang penyangga kiri-kanan. Pada
teodolit lama sumbuh ini dapat diatur (dikoreksi) namun pada alat yang baru hal
ini sudah tidak ada lagi.
4.
Klem teropong dan penggerak halus : digunakan
untuk mematikan gerak teropong, dan unuk gerakan kecil digunakan sekerup
penggerak halus. Gerak halus ini berfungsi apabila klem telah dimaikan.
5.
Alhidadevertical
dan Nivo alhidadevertical digunakan
untuk mengatur mikroskop pembacaan lingkaran vertikal.
6.
Nivo
teropong, pada alat produksi baru rata-rata tidak ada lagi.
Bagian Tengah
1.
Kaki pengangga sumbu II, pada theodolite yang baru berisi
prisma-prisma pemanul sinar pembacaan lingkaran horizontal.
2.
Alhidade
Horizontal : merupakan pemersatu dari kaki penyangga sumbu II,
dan pelindung lingkaran horizontal.
3.
Piringan lingkaran Horizontal :
merupakan tempat skala lingkaran horizontal, terbuat dari metal atau kaca. Pada
theodolite repetisi lingkaran ini
terpisah dari ribrach dan dapat diaur
kedudukannya, sedang pada theodolite
reiterasi menjadi satu dengan ribrach
dan posisinya tetap.
4.
Klem dan penggerak halus alhidade horizontal. Seperti halnya pada
teropong, klem disini dipakai unuk mematikan gerakan sumbu I (sumbu tegak), dan
gerakan halus dengan memutar sekerup penggerak halus alhidade horizontal.
5.
Klem dan penggerak halus limbus : hal
ini hanya ada pada theodolite
repetisi (sumbu ganda), digunakan unuk mengatur kedudukan dari piringan
horizontal.
6.
Nivo
Alhidade horizontal : digunakan unuk membuat sumbu I
verikal secara halus, setelah pendekatan dengan Nivo kotak. Kadang-kadang Nivo
kotak juga berdekatan dengan Nivo
tabung, airnya terletak pada alhidade
horizontal, namun adapula yang berada pada ribrach.
7.
Mikroskop pembacaan lingkaran
horizontal. Pada alat yang baru dijadikan satu dengan pembacaan lingkaran
vertikal.
Bagian bawah
1.
Tribrach
merupakan tempat tumpuan dari sumbu I.
2.
Nivo
kotak, dipakai sebagai perolongan pengaturan sumbu I verikal secara pendekatan.
3.
Sekrup penyetel ABC (karena ada tiga
buah) digunakan unuk mengatur sumbu I agar verikal. Sekerup ini juga disebut
dengan “levelscew”
4.
Plat dasar digunakan untuk mempersaukan
alat dengan statip karenannya dibagian tengah dari plat dasar deberi lubang
drap untuk baut insrumen (alat).
5.
Alat sneering
optis (pada alat baru). Pada lama piranti sentering berupa tempat penggantung tali unting-unting yang berada
pada baut instrument. Beberapa alat buatan kern menggunakan sentering dengan tongkat teleskopik.
6.
Satip merupakan piranti unuk mendirikan
alat dilapangan terdiri dari kepala statip dan kaki-iga yang dapat disetel
keinggiannya. Statip ini ada yang terbuat dari kayu dan ada pula yang terbuat
dari metal atau alminium sehingga lebih ringan.
Kekurangan : Tidak bisa terkena sinnar matahari dan hujan dan tidak bisa
digunakan saat malam hari.
Kelebihan : Mengukur jarak yang cukup jauh tanpa harus membentang
meteran.
7. Water
pass


Gambar 7. Water Pass
Fungsi :
Untuk mengukur jarak secara bidang datar.
Cara kerja : Letakkan water pass di
tanah, kemudian atur Tripod dengan
cara memutar sekrup-sekrup yang ada pada Tripod
hingga tepat dan tidak bergerak. Lalu pasangkan water pass di atasnya maka water
pass dapat dibidikkan ke segala arah kemudian hitung sudut dan ketinggian
menggunakan skala optis.
Kelebihan : Mengukur dengan angka pasti menggunakan rambu ukur.
Kekurangan : Hanya dapat digunakan pada bidang datar.
8. Rambu ukur

Gambar 8. Rambu Ukur
Fungsi :
Untuk pengukuran bidang datar
Cara kerja : Mengatur ketinggian rambu ukur dengan menarik
batangnya sesuai dengan kebutuhan,
kemudian kunci. Meletakkan rambu ukur ditengah-tengah patok/titik yang
merupakan jalur pengukuran.
Kelebihan : Saat digunakan dengan Theodolite,
itu sangat memudahkan pengukuran.
Kekurangan : Biasanya hanya digunakan untuk
pengukuran menggunakan Theodolite.
![]() |
|
|
Fungsi :
Untuk mengait perlapisan pada batuan lunak seperti batuan sedimen dan bisa juga
digunakan untuk tipe batuan keras seperti batuan metamorf.
Cara kerja : Pukulkan secara perlahan pada batuan.
Kelebihan : Memudahkan pekerjaan dan teliti.
Kekurangan : Mudah berkarat apabila terkena air.
![]() |
10. Layang-layang arus
Gambar 10. Layang-Layang Arus
Fungsi :
Untuk mengukur kecepatan dan arah arus.
Cara kerja : Masukan layang-layang arus kedalam perairan bersamaan
dengan mengaktifkan stopwatch dan
dibiarkan terbawah oleh arus setelah sampai jarak yang ditetapkan maka stopwatch dihentikan, kemudian catat
berapa waktu yang digunakan untuk mencapai jarak yang telah ditentukan, lalu
untuk mengukur arah arus yaitu dengan membidik layang-layang arus tersebut
menggunakan kompas kemudian baca arah kemana yang ditunjukan oleh kompas.
tenggelam.
Kelebihan : Alat dapat dan mudah dibuat
ekonomis
Kekurangan : Alat mudah rusak dan tidak seakurat alat lain.
11. Batu
Duga
|
|
Gambar 11.Batu Duga
Fungsi :
Untuk mengukur kedalaman
Cara kerja : Turunkan batu duga kedalam perairan hingga mencapai dasar
perairan, setelah mencapai dasar perairan maka tali batu duga diberi tanda,
baru ditarik naik, lalu mengukur berapa panjang tali yang digunakan untuk
mencapai dasar perairan.
12. Wind
detector

Gambar 12. Wind detector
Fungsi :
Untuk mengukur kecepatan & arah angin, dan suhu udara.
Cara kerja : Rangkai alat ini hingga benar-benar terangkai dan siap
digunakan. Setelah terangkai, pasang baling-baling di atas pada ketinggian yang
diinginkan, lalu aktifkan “power”
untuk mengaktifkan alat ini. Ketika baling-baling berputar karena adanya angin,
kita langsung dapat mengetahui berapa kecepatan dan arah angin bergerak yang
terdapat pada layar, untuk mengetahui suhu udara cukup tekan tombol suhu
sehingga kita langsung mengetahui berapa suhu udara pada keadaan sekitar.
13. Tripod

Gambar 13. Tripod
Fungsi :
Tripod digunakan sebagai
dudukan/penyangga Theodolite atau Water pass dalam proses pengambilan data
dilapangan.
Cara kerja : Kestabilan Tripod
dapat di atur sesuai keadaan dengan cara mengatur tinggi kaki-kakinya.
Secara umum Tripod terdiri atas :
Bubble/Head : Bagian atas kepala
tempat kedudukan sepatu kamera (shoe),water
pass, dan I.
Plate : Tempat untuk kedudukan kamera.
Shoe : Tempat untuk kedudukan kamera
setelah dipasang plate.
Pan
Handle : Stick
yang berfungsi menggerakan kamera kekanan-kiri dan keatas-bawah.
Lock
on-off : Berfungsi
membuka dan mengunci gerakan kamera.
Legs : Sebutan untuk kaki Tripod
Spider : Berfungsi
sebagai pengait legs, sehingga kedudukan Tripod
lebih kuat.
Kelebihan : Mudah di bawa kemana-mana dan bisa menjadi tempat Theodolite
Kekurangan : Untuk menggunakan alat ini sangat di perlukan keahlian pada si
pengguna.
14. GPS MapSounder
|
|
|
Gambat 14. GPS MapSounder
Fungsi :
GPS MapSounder ini memiliki berbagai
macam kegunaan, diantaranya yaitu untuk memetakan suatu area, menentukan titik
koordinat, arah mata angin, mendeteksi suatu benda atau ikan di perairan dengan
suara (sounding).
Cara kerja : Rangkai alat ini hingga benar-benar terangkai dan siap
digunakan.
Bagian-bagian Echosounder.
a.
Time
Base : Time
Base berfungsi sebagai penanda pulsa listrik untuk mengaktifkan pemancaran
pulsa yang akan dipancarkan oleh transmitter melalui transducer.
b.
Transmiter : Transmitter
berfungsi menghasilkan pulsa yang akan dipancarkan.
c.
Transducer
: Fungsi utama dari transducer adalah
mengubah energi listrik menjadi energi suara ketika suara akan dipancarkan ke
medium dan mengubah energi suara menjadi energi listrik ketika echo diterima dari suatu target.
d.
Reciever : Receiver
berfungsi menerima pulsa dari objek dan display atau recorder sebagai pencatat
hasil echo.
e.
Recorder : Recorder
berfungsi untuk merekam atau menampilkan sinyal echo.
Kelebihan : Dapat mengukur kedalaman laut yang disertai dengan pemetaan
dasar laut, disamping itu digunakan nelayan untuk mengetahui gerombolan
ikan,serta dapat mengukur suhu air pada kedalaman tertentu. Penggunaan
teknologi ini sangat membantu dalam pencarian sumber daya ikan yang baru,
sehingga akan mempercapat pengambilan keputusan atau kebijakan, terutama untuk
menetapkan daerah penangkapan ikan agar potensi ikan dapat dipertahankan.
Kekurangan : Jika semakin dalam laut, gambar yang dihasilkan semakin tidak
jelas (tidak terlihat lebih spesifik gambar karang, ikan, kapal karam,dan sebagainya).
Contoh ketika echosounder digunakan
di akuarium yang berisi ikan, gambar yang dihasilkan lebih jelas, hal ini
dipengaruhi oleh laut. Disamping itu mengganggu komunikasi antar hewan laut
contohnya paus dan lumba-lumba.
15. GPS
(Global Position System)

Gambar 15. GPS (Global Position System)
Fungsi :
GPS memiliki fungsi untuk menentukan titik koordinat, tracking titik, marking
titik, dan mengetahui arah mata angin.
Cara kerja : Aktifkan GPS dengan cara menekan tombol “power” yang ada di atas GPS, kemudian
tunggu hingga sinyal GPS penuh atau sinyal memenuhi syarat untuk melakukan
pengukuran hingga GPS siap untuk digunakan. Menandai titik pada titik yang
diinginkan yaitu tekan tombol “mark”
kemudian diberi nama misalkan “ST1” pada stasiun 1 / titik 1 lalu tekan “OK” dan seterusnya. Membuat jejak pada
suatu area yaitu dengan cara mengaktifkan / on pada “tracking” GPS kemudian tekan “enter”
sehingga dengan otomatis titik tracking
akan terekam pada GPS. Sedangkan untuk mencari / melihat titik yang telah
ditandai yaitu dengan cara menekan tombol “find”
kemudian cari nama titik tersebut lalu tekan “enter” sehingga akan didapat titik beserta koordinatnya.
Bagian –bagian yang
terdapat pada GPS (Global Position System)
1.
Tombol ON/OFF berfungsi untuk
menghidupkan atau mematikan Receiver
atau untuk mengatur terang/gelap layar.
2.
Tombol Zoom In dan tombol Zoom Out berfungsi pada tampilan halaman (page) peta (map) untuk memperbesar atau memperkecil tampilan peta dilayar.
3.
Tombol FIND berfungsi untuk menampilkan menu Find, berguna untuk navigasi
mencari suatu titik yang telah diketahui koordinatnya (waypoint) atau mencari
suatu kota (Cities).
4.
Tombol MARK berfungsi untuk menyimpan posisi saat ini ke dalam waypoint.
5.
Tombol QUIT berfungsi untuk keluar dari suatu tampilan menu atau kembali
ke halaman sebelumnya.
6.
Tombol ROCKER berfungsi untuk memilih menu atau menggerakkan kursor pada
tampilan dilayar.
7.
Tombol PAGE berfungsi untuk pindah dari tampilan halaman (page) 1 ke halaman berikutnya.
8.
Tombol MENU berfungsi untuk menampilkan option masing-masing tampilan
halaman atau kalau ditekan 2 kali akan menampilkan halaman menu utama.
9.
Tombol ENTER Beberapa fungsi tombol ini adalah sebagai berikut : Untuk
memilih MENU/SUB MENU. Untuk memasukkan
data (misalnya memasukkan koordinat ke waypoint).
Kelebihan :
1.
Proses navigasi kendaraan lebih mudah
dan cepat
2.
Sangat membantu meningkatkan tracking di dunia militer
3.
Mudah dalam mengidentifikasi setiap
lokasi yang ada di permukaan bumi serta mengetahui kondisinya secara real time
4.
Lebih ringkas dan mudah digunakan
dibandingkan dengan peta konvensional
5.
Penggunaan GPS tracking bisa meningkatkan keamanan dan kenyamanan anda dalam
menjaga kendaraan atau objek lainnya. Bila hal-hal yang tidak diinginkan
terjadi, anda bisa dengan mudah melacak posisi objek yang dipasangkan alat GPS tracking.
Kekurangan :
1.
Tingkat keakuratan tidak selamanya
presisi. Koordinat posisi yang dilacak oleh satelit memiliki faktor kesalahan
yang akan mempengaruhi tingkat keakuratan GPS.
2.
Pengguna GPS tracking akan cenderung bergantung pada GPS ketika berkendara,
sehingga kurang waspada terhadap kondisi lalu lintas sekitarnya.
3.
Tentunya untuk menggunakan teknologi dan
layanan GPS tidaklah murah, anda harus membeli GPS tracking dan juga biaya penggunaan.
|
|
|
Gambar 16. Thermometer
Fungsi :
Untuk mengukur suhu.
Cara kerja : Cara kerja alat ini yaitu cukup mencelupkan alat ini pada
air yang akan diukur suhunya, kemudian diamkan beberapa menit lalu baca berapa
besar suhunya pada alat ini.
Zat pengisi thermometer:
a.
Raksa
Raksa atau sering disebut air raksa
memiliki kandungan merkuri. Merkuri sangat berbahaya karena dapat membuat
manusia terkena, kerusakan susunan saraf pusat, kerusakan ginjal, kerusakan
hati, gangguan mental, kebutaan dll.
Keunggulan raksa diantaranya : Cepat
menerima panas dapat mengukur suhu serendah -39°C dan mendidih pada suhu 357°C
mudah dilihat karena mengkilat tidak membasahi kaca bagian dalam thermometer pemuaiannya teratur.
b.
Alkohol
Alkohol berasal dari tanaman tebu,
singkong, anggur, dan lain lain. Keunggulan alkohol dapat mengukur suhu yang
sangat rendah (sangat dingin). Alkohol
membeku pada suhu -130°C. Kerja alkohol sama dengan raksa. Jika alkohol terkena
panas maka alkohol akan memuai, sedangkan jika alkohol terkena dingin alkohol
akan menyusut.
Bagian-bagian thermometer
1. Pipa
kaca yang berupa pipa kapiler. Bagian bawah membesar sebagai
reservoir/cadangan, dan bagian luar terdapat skala sebagai penunjuk suhu
2. Zat
cair pengisi thermometer, yaitu air
raksa atau alkohol.
17. Sechi
Disk
|

|
Gambar 17. Sechi Disk
Fungsi :
Untuk mengukur kecerahan suatu perairan.
Cara kerja : Turunkan Sechi Disk
kedalam perairan dengan perlahan sambil mengamati kejelasan pandangan kita
terhadap warna Sechi Disk, apa bila
warna Sechi Disk masih nampak jelas
maka alat tetap diturunkan sehingga jarak pandangan kita tidak dapat membedakan
warna sechidisk (samar-samar).
Bagian – bagian Sechi Disk
1.
Piringin kecerahan berfungsi untuk
melihat kecerahan pada perairan
2.
Tali skala berfungsi untuk mengukur
kedalaman saat mengukur kecerahan
18. Sedimen trap
|
|
|
Gambar 18. Sedimen trap
Fungsi :
Untuk perangkap sedimen.
Cara kerja : Pasang alat ini di dasar perairan tepatnya mendekati bibir
pantai dan dalam keadaan tidak kekeringan pada saat surut terendah, sedangkan
pelatakkan arah paralonnya di sesuaikan dengan arah yang telah ditandai.
19. Grab
Sampler
|
|
|
Gambar 19. Grab Sampler
Fungsi :
Untuk mengambil sedimen bentos di dasar perairan.
Cara kerja : Memasang pengunci grab
agar posisinya terbuka, setelah itu grap diturunkan kedalam perairan hingga
mencapai dasar perairan kemudian grap ditarik sedikit agar volume disaat
menghentakkan dapat membuka pengunci dan menancapkan alat kedasar perairan,
supaya alat saat ditarik dapat tertutup
dan merangkap sedimen bentos, kemudian angkat ke permukaan dengan perlahan lalu
buka grap untuk mengambil sampel sedimen bentos.
Bagian-bagian
grab sampler.
a)
Besi pengunci berfungsi sebagai membuka dan menutup grab sampler
b)
Tempat hasil pengambilan Sedimen
c)
Tali berfungsi untuk mengangkat grab sampler yang telah di tancapkan ke
dasar laut.
Kelebihan : Keuntungan pemakaian grab
sampler adalah lokasi sampel dapat ditentukan dengan pasti jadi perkiraan
kedalam perairan dapat diketahui.
Kekurangan : Kapal harus berhenti sewaktu alat dioperasikan, sampel
teraduk, dan beberapa fraksi sedimen yang halus mungkin hilang.
2) Osenografi Kimia
1. Handrefractometer
|
|
|
Gambar 20. Handrefractometer
Fungsi :
Untuk mengukur salinitas/kadar garam.
Cara kerja : Teteskan cairan aquades
pada kaca sampel alat ini untuk mengkalibrasi kemudian bersihkan dengan tissue,
setelah itu ambil air sampel menggunakan
pipet kemudian buka penutup kaca sampel lalu air diteteskan, setelah penetesan
kaca ditutup, dan selanjutnya dilakukan pengamatan melalui lensa pada handrefractometer untuk melihat berapa
salinitasnya.
Bagian-Bagian Alat
1.
Day
light plate (kaca)
Day
light plate berfungsi untuk melindungi prisma dari
goresan akibat debu, benda asing, atau untuk mencegah agar sampel yang
diteteskan pada prisma tidak menetes atau jatuh.
2.
Prisma (biru)
Prisma merupakan bagian yang paling
sensitif terhadap goresan.Prisma berfungsi untuk pembacaan skala dari zat
terlarut dan mengubah cahaya polikromatis
(cahaya lampu/matahari) menjadi monokromatis.
3.
Knop
pengatur skala
Knop
pengatur skala berfungsi untuk mengkalibrasi skala menggunakan aquades. Cara
kerjanya ialah knop diputar searah
atau berlawanan arah jarum jam hingga didapatkan skala paling kecil (0.00 untuk
refraktometer salinitas, 1.000 untuk refraktometer urine).
4.
Lensa
Lensa berfungsi untuk memfokuskan cahaya
yang monokromatis.
5. Handle
Handle
berfungsi untuk memegang alat refraktometer
dan menjaga suhu agar stabil.
6. Biomaterial strip
Biomaterial
strip teerletak pada bagian dalam alat (tidak terlihat)
dan berfungsi untuk mengatur suhu sekitar 18 – 28 OC. Jika saat pengukuran
suhunya mencapai kurang dari 18 OC atau melebihi 28 OC maka secara otomatis refraktometer akan mengatur suhunya
agar sesuai dengan range yaitu 18 – 28 OC.
7. Lensa
pembesar
Sesuai dengan namanya, lensa pembesar
berfungsi untuk memperbesar skala yang terlihat pada eye piece.
8. Eye piece
Eye
piece merupakan tempat untuk melihat skala yang
ditunjukkan oleh refraktometer.
9.
Skala
Skala berguna untuk melihat ,
konsentrasi, dan massa jenis suatu larutan.
2. DO
meter
|
|
|
Gambar 21. DO meter
Fungsi :
Untuk mengetahui oksigen terlarut dan suhu air.
Cara kerja : Sebelum alat ini digunakan dilakukan kalibrasi terlebih
dahulu pada sensor penanya menggunakan larutan aquades agar netral, cara penggunaannya yaitu tekan “power” untuk mengaktifkan alat ini, setelah
aktif buka tutup membran atau pen sensor lalu celupkan membran pada air sampel setelah itu
diamkan sesaat untuk menunggu angka/nilainya berhenti sehingga ukuran DO dan
suhu akan didapat setelah angkanya
benar-benar berhenti.
3. pH meter

Gambar 22. pH meter
Fungsi :
Untuk mengukur pH dan suhu air.
Cara kerja : Kalibrasi terlebih dahulu sensor pena alat ini menggunakan
larutan buffer lalu bersihkan
menggunakan tissue, kemudian tekan “on” untuk mengaktifkan alat ini, setelah
alat ini aktif lalu celupkan sensor penanya pada air sampel lalu tekan tombol “pH” untuk mengetahui berapa pHnya dan
tekan tombol “suhu” untuk mengetahui berapa suhunya. Nilai diambil setelah
angka pada layar dalam keadaan diam/tidak berubah-ubah.
Bagian-bagian pH Meter
1. Body
of pH meter
2. Body
of electroda
3. Screen
display
4. Electrode
cable
5. Temperature
censore display
6. MEAS
button for measurement
7. MODE
button for selected measurement mode
8. Set
button for measurment setting
9. CAL
button for calibration
10. CAL
DATA for review data calibration that calibrated
11. ON/OFF
button for Turn ON/Turn OFF
12. Data
OUT button for output
13. ENTER
button
14. Glass
electrode
15. Comparison
Electrode (reference)
4. pH tanah
|
|
|
Gambar 23. pH tanah
Fungsi :
Mengukur derajat keasaman tanah.
Cara kerja : Tancapkan pH tanah pada tanah yang ingin diidentifikasi
derajat keasamannya, kemudian tekan tombol pada pH tanah tersebut.
Kelebihan :
·
Alat ini bisa dipakai untuk tanaman outdoor maupun indoor.
·
Alat Penguji pH Meter ini bekerja
sebagai alat yang sangat akurat
Kekurangan :
·
Harga relatif mahal
·
Sering terjadi kerusakan elektroda,
sebaiknya alat ini dibersihkan setelah digunakan.
C) Oseanografi Biologi
1. Transek Kuadran
|
|
Gambar 24. Transek Kuadran
Fungsi :
·
Untuk mengetahui jenis-jenis spesies
atau biota yang ada pada suatu transek yang dibuat
·
Untuk mengetahui jenis keanekaragaman
pada pada suatu daerah atau pada suatu area tertentu
Cara kerja : Meletakkan transek kuadran tersebut ke bagian tempat yang
ingin diteliti. Kemudian mengamati jenis apa yang terdapat pada transek sesuai
dengan plot.
2. Botol gelap
|
|
Gambar 25. Botol gelap
Fungsi :
Wadah pereaksi (reagen) dan menyimpan
reagen atau sampel yang telah diambil.
Cara kerja : Dengan cara membuka tutup botolnya kemudian masukkan sampel
ke dalamnya dan tutup kembali botol.
3. Botol terang
|
|
Gambar 26. Botol terang
Fungsi :
Wadah pereaksi (reagen) dan menyimpan
reagenatau sample yang telah diambil.
Cara kerja : Dengan cara membuka tutup botolnya kemudian masukkan sample
ke dalamnya dan tutup kembali botol.
|
|
![]() |
4. Planktonnet
|
|
Fungsi :
Untuk mengambil plankton disuatu perairan
Cara kerja : Ambil air sampel dengan ember atau sejenisnya yang
bervolume 10 liter dimasukkan kedalam planktonnet,
cara ini dilakukan berkali-kali sampai 10 kali, kemudian ambil sisa air yang
ada di planktonnet lalu masukkan
kedalam botol sampel dan diberikan cairan lugol
sebanyak 5 tetes menggunakan pipet.
Kelebihan : Penggunaan jaring plankton selain praktis juga sampel yang
diperoleh cukup banyak karena jaring plankton net biasa terbuat dari nilon.
Kekurangan :
1.
Dalam penggunaanya alat ini sulit untuk
memperkirakan jumlah air yang disaring.
2.
Plankton yang tertangkap sangat
bergantung pada ukuran mesh size,
maka ukuran mesh size yang digunakan
harus disesuaikan dengan jenis atau ukuran plankton yang akan diamati.
3.
Bagian akhir ujung jaring terdapat bucket adalah alat penampung plankton
yang telah terkumpul yang tidak dapat
menampung air terlalu banyak.



